Showing posts with label SPORT. Show all posts
Showing posts with label SPORT. Show all posts
no image
Sepakbola.com, Barcelona – Pep Guardiola melalui telepon mendorong Lionel Messi untuk tetap di Barcelona dan tetap bersabar serta yakin dengan proyek Luis Enrique saat ini.

Rumor kepindahan Messi dari Camp Nou mencuat setelah peraih peraih Ballon d’Or empat kali ini mengatakan tidak yakin bersama klub mana dia akan bermain musim berikutnya. Spekulasi kepindahan Messi semakin panas ketika tersiar kabar striker Argentina tersebut bertengkar dengan Luis Enrique karena memasukkannya di babak kedua saat mereka kalah 1-0 melawan Real Sociadad.

Berdasarkan laporan Goal.com, Guardiola mengatakan Messi harus menghargai Barcelona dan apa yang telah diberikan klub kepadanya baik dalam secara profesional dan pribadi. Guardiola juga mengingatkan kalau pemain 27 tahun tersebut mendapat dukungan dari semua orang di klub, tidak ada klub lain yang seperti itu.

Messi selalu mendengarkan orang yang dia hormati dan berhutang banyak atas kariernya. Guardiola telah memberikan dampak yang besar bagi karier Messi. Guardiola dan Messi sama-sama memenangkan tiga gelar La Liga, dua Liga Champions dan Piala Dunia Antar Klub selam empat musim.

Guardiola menambahkan, Enrique memiliki apa yang dia perlukan untuk sukses bersama Barcelona dan meminta Messi untuk tetap tenang dan berkomitmen untuk klub. Dia yakin pemilihan presiden yang baru akan mengakhiri guncangan yang terjadi 12 bulan terakhir di Camp Nou.

Mantan Presiden Barcelona, Sandro Rosell terpaksa mundur setelah rincian dana saat membeli Neymar terungkap. Barca juga mendapat embargo transfer pemain untuk dua jendela transfer setelah FIFA menemukan klub tersebut melanggar peraturan mengenai transfer pemain di bawah 18 tahun.

Messi yang hubungannya dengan Enrique atau dewan klub tidak terlalu dekat kini merasa lega karena mendapat jaminan dari mantan bos yang dihargainya.
no image
Detik.com
Manchester - Manchester United tentu sangat kecewa dengan absennya mereka dari kompetisi Eropa musim ini. Namun hal itu dapat menguntungkan 'Setan Merah' yang bisa berkonsentrasi meraih hasil bagus di Premier League.

Musim lalu jadi musim yang ingin dilupakan United mengingat mereka hanya finis di posisi ketujuh, terburuk selama mengikuti Premier League, dan membuat mereka absen tampil di kompetisi Eropa.

Musim ini bermaterikan skuat mahal dengan Angel Di Maria dan Radamel Falcao di dalamnya, United pun bertekad untuk bangkit. Apalagi mereka dilatih manajer sekelas Louis van Gaal.

Namun tetap saja kekecewaan karena tak lolos ke kompetisi Eropa membayangi para anggota skuat The Red Devils. Sebab hal ini tak biasa dialami oleh United dalam waktu yang cukup lama.

Meski demikian United bisa mengambil sisi positifnya mengingat mereka kini bisa fokus di kompetisi lokal, untuk berupaya meraih hasil semaksimal mungkin di liga. Minimal finis empat besar adalah target Van Gaal musim ini.

"Rasanya aneh melihat Manchester United tidak ikut kompetisi Eropa musim ini. Ini gila tapi mungkin akan memudahkan kami," ujar legenda MU, Sir Bobby Charlton, seperti dikutip Sportsmole.

"Kami memulai musim dengan beberapa pemain baru, kami tidak bermain baik tapi kami pasti akan bermain baik. Sepertinya ini akan jadi petualangan yang hebat soal bagaimana kami bisa bangkit dan kembali ke performa kami sebelumnya," sambungnya.

(mrp/fem)
Source : http://sport.detik.com/sepakbola/read/2014/09/09/183225/2685708/72/absen-di-eropa-bakal-untungkan-united-di-liga?b99220170
no image
http://koran.blogdetik.com|
Maestro lapangan tengah Barcelona Andres Iniesta angkat bicara soal masa depannya, bersikeras bahwa negosiasi soal kontrak baru berjalan sesuai rencana.
iniesta
Pihak klub dikabarkan ingin membaharui kontraknya, namun laporan menyatakan pemain 29 tahun itu masih belum tentu menandatangani kontrak baru. Iniesta sendiri menyangkal isu yang ada dengan menyatakan dirinya akan pensiun di Camp Nou.
Tidak ada yang aneh ataupun pereselisihan yang terjadi antara Barca dan Iniesta. Klub ingin saya tinggal dan saya ingin tinggal, ujarnya pada konferensi pers.
Saya telah mengatakannya berkali-kali bahwa tujuan saya adalah pensiun di sini [Barca] dan klub ingin hal yang sama. Kami semua ingin mencapai kesepakatan, pungkas El
no image
Banyak cerita menarik yang kita dapatkan selama Piala Konfederasi 2013 yang baru saja berlalu. Mulai dari pemain Tahiti yang memanggil pelatih mereka dengan sebutan "papa", karena memang sudah saling kenal sejak kecil; atau seorang pemain Tahiti yang akhirnya bertanding melawan Fernando Tores setelah sebelumnya pernah menjadi guide untuk bintang Chelsea itu berbulan madu di Tahiti; atau Spanyol yang berhasil memecahkan rekor kemenangan tertinggi Piala Konfederasi saat menggunduli Tahiti 10-0; banyaknya penalti yang gagal (5 dari 9 pinalti tidak berbuah gol); dan masih banyak lagi.

Dari sekian banyak cerita menarik itu, bagi saya yang paling menarik adalah seputar Brasil dan Neymar.

Brasil yang oleh mayoritas pendukungnya sendiri sempat dianggap tak mampu berbuat banyak di Piala Konfederasi, apalagi di Piala Dunia nanti, ternyata berhasil membungkam kritikus dengan tampil sebagai juara. Sebelumnya berbagai media masa, terutama radio dan TV talk show, seakan kompak meremehkan bahkan terkesan melecehkan tim mereka sendiri. Siapa akan mencetak gol bagi Brasil, mereka bertanya penuh sangsi. Hulk? Mau panggil Spiderman, Superman, Batman pun Brasil tidak bakalan juara! Lelucon seperti ini marak di kalangan rakyat Brasil sebelum turnamen dimulai.

Kenyataannya sungguh bertolak belakang: Brasil tidak hanya berhasil menjadi juara tapi juga melakukannya dengan begitu meyakinkan! Back four Brasil begitu kokoh dan stabil sepanjang turnamen. Dibantu doble sixers (dua gelandang bertahan) Paulinho dan Luiz Gustavo serta penjaga gawang Julio Caesar yang juga bermain luar biasa, pertahanan Brasil terlihat aman. Berkat penampilan pemain-pemain bertahan yang penuh disiplin inilah permainan Selecao secara keseluruhan menjadi seimbang.

Brasil bermain secara seimbang, baik saat bertahan maupun saat menyerang. Betul-betul suguhan permainan taktis yang impresif dan jauh dari citra Brasil yang "asal menyerang", atau "yang penting cetak gol" dan berbagai analisa miring lainya yang terkadang memang benar adanya.



Barisan depan pun terlihat impresif sepanjang turnamen. Terlihat jelas SEMUA pemain ingin menunjukan pada publik bahwa mereka tidak pantas diremehkan. Dan yang paling ingin menunjukkan kebolehannya adalah seorang bintang muda berumur 21 tahun yang baru saja dibeli oleh Brcelona dan langsung diikat dengan sebuah kontrak yang di dalamnya tertera sebuah buy out clause dengan jumlah yang fantastis: 190 juta euro! Siapa lagi kalau bukan Neymar Da Silva Santos Junior.

Neymar berada di bawah tekanan pers Brasil sebelum Piala Konfederasi berlangsung. Memang performa Neymar di timnas saat itu merosot tajam. Dari 42 tendangan yang dilesatkan Neymar dalam 9 pertandingan sebelum turnamen, hanya 16 yang mengarah ke gawang. Pundi-pundi golnya juga menurun semenjak Luiz Felipe Scolari mengambil alih kendali sebagai pelatih. Sebelum era Scolari, Neymar mencetak 21 gol dalam 34 pertandingan untuk Brasil. Setelah Scolari menjadi pelatih, Neymar memasuki masa-masa paceklik gol. Inilah yang membuatnya dikritik keras oleh pers setempat.

Dan kritikan inilah yang ingin ditepis oleh Neymar dengan bermain trengginas selama Piala Konfederasi. Sebagai jawaban atas kritikan yang diarahkan kepadanya Neymar melesakkan gol cantik demi gol cantik, terpilih dua kali sebagai man of the match, serta yang terpenting mempersembahkan Piala Konfederasi ketiga berturut-turut untuk negaranya.

Motivasi pemain Brasil yang begitu meluap-luap, banyaknya pemain yang bermain dalam kondisi peak performance dan keseimbangan permainan tim berakibat fatal bagi lawan-lawan mereka, termasuk pasukan para "dewa" Spanyol.

Hanya kalah sekali dalam 4 tahun terakhir, Spanyol tentu saja dijagokan banyak pihak (termasuk saya) bakal menjuarai Paiala Konfederasi. Lalu mengapa pasukan bala dewa ini gagal menyandingkan Piala Dunia, Piala Eropa dan Piala Konfederasi?

Ada beberapa faktor. Selain faktor hebatnya Brasil seperti yang dijabarkan tadi, pertandingan semifinal yang melelahkan melawan Italia, ditambah panjangnya musim ini bagi sebagian besar punggawa tim "Matador" menyebabkan mereka bermain bak manusia biasa.

Pemain Spanyol terlihat jelas kecapaian. Saat tubuh capai konsentrasi akan turun. Kekuatan mental masing-masing pemain juga akan melemah. Saat tubuh capai kemampuan kordinasi juga menurun. Pendek kata, saat capai pemain akan banyak melakukan kesalahan baik secara teknis maupun secara taktis. Dan itulah yang terjadi sepanjang pertandingan melawan Brasil di final. Pemain Spanyol rata-rata melakukan kesalahan kontrol dan passing bola yang tidak lazim mereka lakukan. Secara taktis, barisan pertahanan yang berdiri jauh ke atas (istilah lainnya adalah "pressing satu") juga terlihat rentan serangan balik, dan umpan-umpan terobosan yang selama ini relatif jarang terjadi karena biasanya pressing dilakukan dengan penuh tenaga dan konsentrasi penuh.

Pasukan bala dewa Spanyol dijinakkan oleh Brasil. Tim yang sebelum Piala Konfederasi diremehkan berhasil memanusiakan para dewa.

Salut buat Brasil!

Salor.

 http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2013/07/02/143029/2290237/1486/brasil-memanusiakan-dewa
Bola.net --Mourinho Kambing Hitamkan Ramos--







Bola.net - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho tampak menyalahkan defender timnya, Sergio Ramos, atas terciptanya gol Danny Welbeck yang membuat Manchester United unggul.

Kritikan atas kinerja lini belakang Los Blancos disampaikan Mourinho selepas pertandingan. Ia berpendapat jika para pemain bertahan Madrid tidak menerapkan apa yang sudah mereka latih sebelum pertandingan.

Komentar pedas Mourinho memang bukan tanpa alasan. Pasalnya, Ramos memang bertanggung jawab mengawal Welbeck, sesaat sebelum gol pada menit ke-20 itu tercipta.

Usai pertandingan, Ramos berkelit jika duel itu sudah dimenangkan oleh Welbeck, dan ia tidak mampu berbuat apa-apa. Hal itulah yang membuat Mourinho kesal dengan komentar anak asuhnya.

"Ketika anda kalah dalam duel individu tanpa organisasi, anda tidak akan siap untuk itu. Namun kami berlatih, mengorganisir pemain, mendefinisikan fungsi tiap pemain, serta menyaksikan video rekaman lawan untuk mengetahui kekuatan mereka di bola-bola mati," tukas pelatih asal Portugal.

"Tapi ketika anda kalah dalam duel satu lawan satu, anda tidak mampu melakukan apa-apa."

Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu itu sendiri berakhir dengan skor sama kuat 1-1. Gol Welbeck berhasil disamakan oleh Cristiano Ronaldo 10 menit kemudian. Pertandingan leg kedua akan berlangsung di Old Trafford, pada awal bulan Maret mendatang. (tfb/atg)

Source :
 http://www.bola.net/champions/mourinho-kambing-hitamkan-ramos-eaae92.html
Pecah pelipis..CR7 di khawatirkan Buta Permanen

Kabar buruk sekaligus mengkhawatirkan datang dari superstar milik Real Madrid,Cristiano Ronaldo. CR7 mengalami pecah pelipis usai berbenturan dengan sikut bek Levante, David Navarro. Akibatnya Ronaldo mengalami buta sesaat (12/11).


Cristiano Ronaldo Terancam Mengalami Kebutaan Permanen, Meski mengalami luka parah, Ronaldo sempat menunjukkan mengapa ia layak menjadi pemain termahal di dunia. Dengan satu mata, yang berfungsi dengan baik, Ronaldo masih sanggup mencetak gol pada menit ke-21.

Kemudian ia tidak dapat melanjutkan pertandingan babak kedua karena mengalami kehilangan penglihatan pada kedua matanya. Hal itu juga dipastikan oleh Jose Mourinho. Ronaldo digantikan oleh Raul Albiol setelah masa istirahat babak pertama. Madrid pun menang 2-1 atas Levante.

Hingga saat ini, kapten tim nasional Portugal itu dilaporkan sedang menjalani perawatan mata dan kedua matanya masih belum bisa melihat.

Media Spanyol juga melaporkan bahwa usai pertandingan, kapten Levante, Sergio Ballesteros, terlibat perkelahian dengan Pepe di dekat ruang ganti stadion Ciudad de Valencia. Keduanya dapat dilerai oleh pihak keamanan setempat.

source:
http://infoxspot.blogspot.com/2012/11/cristiano-ronaldo-terancam-mengalami.html
sport.detik.com

London - Meksiko sukses memutarbalikkan prediksi di final cabang sepakbola putra Olimpiade London 2012. Tak diunggulkan, tim asuhan Luis Fernando Tena ini merebut medali emas usai menaklukkan Brasil 2-1.

Bertanding di Stadion Wembley, London, Sabtu (11/8/2012) malam WIB, Meksiko langsung mengejutkan Brasil di awal pertandingan. Mereka unggul di menit pertama lewat gol Oribe Peralta.

Setelah gol tersebut, Brasil terus-terusan membombardir pertahanan Meksiko. Mereka punya mendapatkan cukup banyak peluang, tapi sampai turun minum skor masih 1-0 untuk Meksiko.

Di babak kedua, Brasil belum menurunkan intensitas serangan mereka. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka malah kebobolan lagi setelah Peralta mencetak gol keduanya.

Brasil berjuang keras untuk mengejar ketinggalan di sisa waktu. Namun, mereka cuma bisa membalas sekali lewat kaki Hulk.

Ini adalah medali emas pertama yang didapat tim sepakbola Meksiko di ajang Olimpiade. Sementara itu, Brasil masih harus menunggu lagi untuk mendapatkan emas pertamanya karena mereka lagi-lagi kalah di final.

Foto : closing Ceremony of London 2012 (http://www.london2012.com)
Brasil Injak Perempatfinal dengan Rekor Sempurna
bola.inilah.com


Bertarung di Stadion ST James Park, Newcastle, Rabu (1/8/2012) malam WIB, Brasil menang telak tiga gol tanpa balas atas Selandia Baru.

Danilo membuka keunggulan Brasil saat pertandingan menginjak menit ke-23. Damiao kemudian menggandakan keunggulan Brasil enam menit kemudian.

Di babak kedua, Brasil tak terlalu ngotot dalam melakukan penyerangan dan hanya mampu menghasilkan satu gol tambahan. Di menit ke-52, Sandro mencetak gol dan membuat kedudukan akhir 3-0 bagi keunggulan Brasil.

Kemenangan ini mengantar 'Tim Samba Muda' ke babak perempatfinal Olimpiade London 2012 dengan status sebagai Juara Grup C setelah mengumpulkan nilai sembilan.

Gol pertama Brasil di menit ke-23 tercipta melalui sebuah skema yang cukup cantik. Setelah bekerja sama dengan Leandro Damiao, Danilo dengan tenang mengirim bola ke dalam gawang tim lawan.

Enam menit berselang, Brasil memperbesar keunggulan. Marcelo mengoper bola ke Alex Sandro yang lantas meneruskam ke Damiao. Tak membuang peluang, Damiao mengubah skor jadi 2-0.

Di pertengahan paruh kedua, tepatnya menit 52, Brasil menutup kemenangan lewat gol Sandro. Diawali dari sebuah tendangan bebas, bola pada prosesnya mengarah ke Sandro di tiang jauh. Ia pun mencetak gol dan bikin Brasil menang 3-0.

Pada menit 76 Brasil harus bermain minus satu pemain setelah Alex Sandro menerima kartu kuning kedua. Tapi skor tidak berubah.
EURO CUP 2012

Tinggal Menghitung hari perhelatan Sepak Bola Antar Negara EROPA akan segera di buka..tentunya hal ini menggembirakan sekali bagi para Pecinta bola Seantero Dunia..

Berikut Jadwal Lengkap Euro 2012 POLANDIA - UKRAINA:



UNDER CONSTRUCTION.............................
............................................................................
...............................................................
Beda Kostum., Beda Kompetisi, Beda Kompetensi, Beda Duitnya pula
Sheikha Mozah bint Nasser Al-Misnad-Pemilik SAHAM QF
...

Bila anda penggemar Sepak Bola pertama yang anda lihat pasti Kostumnya.
para pemain dengan begitu rapinya berpakaian ( di luar Sepak Bola antar Desa...wkwkw)
sehingga sudah dapat di pastikan bahwa klub yang sedang tampil adalah A atau B.
Seperti yang saya ketahui bahwa Sponsor dapat meraup keuntungan dalam iklan Produknya di Kostum Klub..apalagi Klub Ternama seperti Barcelona.

hmm...lalu berbicara Sponsor...siapakah yang punya Sponsor Klub Se kelas BARCA?

nah inilah dia yang punya Label ..

Qatar Foundation...

seperti beberapa sumber yang saya kutip di http://www.detiksport.com...berikut ulasannya

Barcelona terbelit utang besar dan merugi di musim lalu. Tanpa keberadaan Qatar Foundation sebagai sponsor utama, The Catalans disebut akan jadi klub lebih miskin dan kecil.

Sejak awal musim ini Barcelona memajang sponsor Qatar Foundation pada bagian depan jersey mereka. Ini merupakan kali pertama sepanjang 112 tahun sejarah klub tersebut sebuah sponsor terpampang di bagian depan kostum.

Meski sudah resmi memampang 'Qatar Foundation' Dewan Manajemen Barcelona ternyata belum meratifikasi kesepakatan tersebut. Jika nantinya kesepakatan tersebut diteken, The Catalans akan mendapat US$ 225 juta untuk kesepakatan berdurasi empat tahun.

Diungkapkan wakil presiden sekaligus kepala keuangan Barcelona, Javier Faus, kesepakatan dengan Qatar Foundation sangat menguntungkan Barcelona. Karena sudah merugi sejak beberapa musim, deal dengan Qatar Foundation menghindarkan Barca menjadi lebih miskin dan kecil.

"Barca, dengan atau tanpa Qatar, akan tetap menjadi sebuah klub, meski lebih miskin dan lebih kecil," tutur Faus di Marca.

Barcelona memprediksikan kalau kerugian mereka di musim yang tengah berjalan ini akan mencapai US$ 30 juta. Padahal musim lalu saja klub juara Liga Champions itu rugi US$ 12,7 juta dan masih berutang US$ 499 juta.

"Kami harus menjalankan program dengan tegas, memfokuskan pada pertumbuhan dan mengurangi utang, tapi kami masih dalam situasi yang baik."

"Jumlah utang kami masih terlalu besar untuk kami sendiri bisa menentukan masa depan kami. Kami tidak bisa meminjam uang sebanyak itu di bank, dan kami harus terus menghasilkan (uang)," tuntas Faus.

Barcelona sempat memasang Unicef di bagian depan jersey mereka, dengan kesepakatan yang mengharuskan klub tersebut menyetor US$ 2 juta setiap tahunnya pada badan PBB tersebut. Menyusul masuknya Qatar Foundation, Unicef bergeser ke bagian belakang jersey.
COPA DEL REY MILIK BARCA

VIVAbola - Dua Raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, seakan meniti takdir sebagai rival abadi di berbagai kompetisi lokal maupun Eropa. Tak ayal, pertarungan keduanya yang bertajuk El Clasico selalu dinantikan, tak hanya aksi para bintang, hasil akhir pertandingan, juga berbagai insiden yang terjadi di lapangan hijau, yang sejatinya melekat sebagai tradisi.

Di pentas domestik, El Real boleh dibilang jauh lebih unggul dari Barcelona. Sejak didirikan pada 6 Maret 1902, atau 109 tahun silam, klub kebanggaan Ibukota Spanyol itu tercatat sudah mengantongi 31 trofi La Liga. Sedangkan El Barca, yang berdiri tiga tahun lebih dulu, hingga kini sudah mengoleksi 21 trofi La Liga, terakhir di pengujung musim 2010-11.

Jika melihat torehan di ajang bergengsi lain di Negeri Matador, yakni Copa del Rey atau disebut juga Piala Raja, Barcelona mengungguli Madrid dengan 25 trofi. Di akhir musim 2010-11, tepatnya 21 April 2011, Madrid melengkapi koleksi trofi Copa del Rey ke-18 usai menaklukkan Barca 1-0 di partai final yang digelar di Mestalla.

Namun, gol tandukan Cristiano Ronaldo di babak perpanjangan waktu itu tampaknya belum mampu menghapus dominasi Barca, terlebih sepanjang setahun belakangan. Persaingan Barca versus Madrid sesungguhnya kian memanas di awal musim lalu, tepatnya sejak kedatangan entrenador Jose Mourinho di Santiago Bernabeu—markas El Real. Pasalnya, pelatih yang meninggalkan Inter Milan dengan mewarisi gelar treble itu tidak lain adalah mantan asisten pelatih Barca, ketika Pep Guardiola masih menempati pos gelandang pertahanan Blaugrana.

Mourinho vs Guardiola

Ketika hampir dua dekade berlalu, Mourinho dan Guardiola ‘bereuni’ dengan jabatan prestise masing-masing. Sebagai dua entrenador klub papan atas Spanyol, sah saja jika kiprah Mou dan Pep kerap dibanding-bandingkan. Terutama kesuksesan mereka menggiring skuad besutannya menjadi juara.

Ya, trofi memang menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah tim. Kendati lebih senior, Mou tampaknya harus mengakui kehebatan Pep menukangi Barcelona. Tentunya belum hilang dari ingatan, saat Pep menorehkan debut manis dengan mempersembahkan enam trofi bergengsi bagi armada Blaugrana, sepanjang 2009. Sebagai pelatih, pria berkebangsaan Spanyol itu sudah mengoleksi 15 trofi bersama Barcelona, terakhir gelar juara Piala Dunia Antarklub 2011.

Sementara itu, Mou baru mengantarkan El Real merengkuh mahkota juara Copa del Rey musim 2010-11. Wajar saja jika predikat pelatih terbaik dunia, yang disandang The Special One pada 2010, sukses direbut Pep. Tepat pada 9 Januari 2012, Pep dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia 2011, seiring dengan penyerahan penghargaan pemain terbaik dunia yang kembali direngkuh anak didiknya, Lionel Messi, dalam tiga tahun berturut-turut.

Sepanjang sembilan El Clasico terakhir di kancah La Liga, Copa del Rey dan Liga Champions Eropa, racikan strategi Mou belum juga meruntuhkan dominasi Barcelona. Keunggulan 1-0 Madrid di final Copa del Rey musim lalu menjadi satu-satunya kemenangan Los Blancos, dimana Barca sukses menyabet lima kemenangan, dan tiga hasil lainnya berakhir imbang.

Teranyar pada tengah pekan lalu, El Real kembali dipermalukan di hadapan ribuan Madridista yang memadati Santiago Bernabeu. Barcelona sukses membawa pulang kemenangan 2-1 di laga leg pertama perempat final Copa del Rey itu. Madrid unggul lebih dulu melalui gol Ronaldo di menit 11, namun Barca membalikkan keadaan berkat gol Carles Puyol dan Eric Abidal di babak kedua. Nasib El Real sebagai juara bertahan praktis terancam ketika harus melakoni leg penentuan di markas Barca, Camp Nou.

Pepe vs Messi

Sepanjang sepekan terakhir, nama bek tengah Real Madrid, Pepe ramai diperbincangkan lantaran ulahnya saat El Clasico tengah pekan lalu. Pemain internasional Portugal itu tertangkap kamera menginjak tangan kiri bomber Barcelona, Lionel Messi, yang kala itu dalam posisi jatuh terduduk. Beruntung, wasit yang memimpin pertandingan tidak melihatnya dan Pepe bebas dari hukuman.

Bahkan, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memutuskan untuk tidak memberi Pepe sanksi. Meski terihat jelas dalam tayangan ulang, RFEF tetap menganggap tuduhan itu tidak cukup bukti. Terlebih, wasit maupun pengawas pertandingan tidak ada yang melaporkan tindakan bek kelahiran 28 tahun silam itu. Namun, nama Pepe sudah terlanjur masuk daftar hitam para pendukung setia Barcelona.

Kedatangan Pepe pun begitu dinantikan publik Camp Nou, dalam laga penentuan perempat final Copa del Rey, Kamis 26 Januari 2012. Insiden tersebut tentunya memutar kembali memori suram pada 2002 lalu, ketika perilaku tidak menyenangkan pendukung Barca menyambut kehadiran Luis Figo. Kala itu, legenda hidup Portugal yang berstatus mantan punggawa Barca datang berseragam El Real, kemudian dihujani lemparan berbagai benda termasuk kepala babi.

Guardiola enggan peristiwa itu kembali terulang dan menimpa Pepe. Jelang laga, pelatih 41 tahun itu mengingatkan seluruh punggawa dan pendukung fanatik Barca untuk melupakan insiden Pepe versus Messi, pada tengah pekan lalu. Ia hanya menginginkan hasil positif diraih Blaugrana, demi menyingkirkan Madrid dari ajang ini.

“Mari biarkan Pepe dengan kedamaian. Jika pelatihnya memainkan dia, kami akan melupakan apa yang sudah terjadi. Penyesalan kami atas apa yang terjadi dengan Figo. Terulangnya insiden itu akan lebih buruk daripada tersingkir dari kompetisi. Tak seorang pun harus berpikir bahwa kami sudah lolos,” ujar Guardiola seperti dikutip dari Sport360, Rabu 25 Januari 2012.

Bebas dari jerat hukuman, tentu tak ada yang bisa melarang Pepe merumput di Camp Nou terkecuali sang pelatih. Mou sendiri sudah menegaskan sebelum laga, ia akan membawa serta Pepe dan siap menurunkannya. Diketahui bahwa Pepe merupakan salah satu bek andalan Los Blancos.

“Jika Pepe dalam kondisi fit, maka dia akan dimainkan. Ada beberapa pemain yang kondisinya juga meragukan seperti Granero dan Lass Diara. Tapi besok kami akan berlatih bersama dan saya akan memutuskan apakah mereka bisa bermain atau tidak,” ungkap Mou.
Mou Siap Hengkang?

Sulitnya mematahkan dominasi Barcelona, lantas menyeret kelanjutan masa depan Mourinho di Santiago Bernabeu. Beberapa media Spanyol tampaknya mulai tidak menyukai sosok The Special One yang akrab dengan kontroversial. Mereka memuat berita yang mengisyaratkanpelatih asal Posrtugal itu akan meninggalkan Madrid pada akhir musim ini. Perpecahan di ruang ganti El Real juga menjadi perbincangan hangat.

"Mourinho telah memberitahu orang-orang yang dekat dengan dirinya bahwa ia akan pergi sebelum 30 Juni," kata harian olahraga yang berbasis di Madrid, AS. Pada halaman yang sama, terdapat foto Mourinho dengan baju berwarna hitam. "Tuan yang sangat dibutuhkan kini menjadi Tuan yang misterius."

Sedangkan harian yang berbasis di Barcelona, Mundo Deportivo justru menyebut kabar tentang rencana hijrah Mourinho ini bukan kali pertama. Ini hanya menjadi taktik Mou untuk meyakinkan manajemen Madrid agar membeli pemain baru. "Mourinho menggunakan taktik yang sama seperti musim lalu. Saat itu, ia coba meyakinkan manajemen untuk membeli striker baru," tulis harian tersebut.

Menurut AS lagi, Mourinho telah bertemu Presiden El Real, Florentino Perez dan Kepala Manajer, Jose Angel Sanchez seusai Madrid menang telak atas Athletic Bilbao 4-1, Minggu 22 Januari 2012. "Pria Portugal itu bilang bahwa ia akan hijrah pada akhir musim ini, apapun yang terjadi," ungkap AS.

Menurut AS, Mourinho marah dengan cemoohan suporter Madrid meski menang atas Bilbao. Mou juga disebut-sebut bertikai dengan para pemainnya, serta berang atas perlakuan media Spanyol. Koran ini juga menerjemahkan rencana kepergian Mou dari cara berpakaiannya. The Special One sering memakai baju berlabel Porsche, sponsor pribadinya. Padahal, itu merupakan kompetitor sponsor Madrid, Audi.

Bahkan, dua nama pelatih disebut-sebut menjadi kandidat suksesor Mourinho. Nama manajer Arsenal Arsene Wenger kembali mencuat, setelah sebelumnya pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew. Dua pelatih tenar ini akan menjadi opsi manajemen El Real untuk menggantikan Mourinho pada akhir musim ini. Munculnya nama Wenger sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Pelatih berjuluk The Professor ini pernah juga diminati Madrid pada 2009. Namun, pelatih asal Prancis ini lebih memilih bertahan di Emirates Stadium.

Mourinho pun tak menutup mata dan telinga dengan kondisi ini. Bahkan, pelatih 48 tahun ini tak berani menjamin jika musim depan ia akan tetap menjadi entrenador Madrid. "Saya tidak tahu apakah saya akan tetap di Real Madrid musim ini," kata Mourinho seperti dilansir Daily Mail.

Gelar Madrid Melayang

Dominasi Barcelona pun berlanjut di laga leg kedua perempat final Copa del Rey, Kamis 26 Januari 2012. Menjamu Real Madrid di Camp Nou, Messi cs berbekal kemenangan 2-1 di pertemuan sebelumnya di Santiago Bernabeu. Kini, El Real mampu menahan imbang 2-2 Barcelona di hadapan ribuan publik Catalunya.

Laga berlangsung begitu sengit sejak peluit kickoff dibunyikan wasit pemimpin pertandingan, Fernando Teixeira Vitienes. Barca lebih dulu memecah kebuntuan di pengujung babak pertama, melalui gol Pedro dan Dani Alves dalam tempo lima menit. Madrid kemudian tampil agresif di paruh kedua demi mengejar ketinggalan.

Alhasil, tim besutan Jose Mourinho itu mampu menyamakan kedudukan hanya dalam tempo empat menit. Gol pembuka dicetak Cristiano Ronaldo di menit 68, usai menerobos dari sayap kanan dan lolos dari kawalan bek tangguh Barca, Carles Puyol. Karim Benzema, yang baru masuk di menit 61 menggantikan Gonzalo Higuain, membukukan gol kedua Madrid di menit 72.

Sesaat sebelum laga usai, wasit mengganjar kartu kuning kedua untuk Sergio Ramos, sehingga Madrid harus menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain. Namun, keadaan tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil imbang 2-2 cukup mengantarkan Barcelona ke semifinal dengan agregat kemenangan 4-3. Sementara El Real dipastikan gagal mempertahankan gelar juara yang diraih musim lalu.

Di partai semifinal nanti, Barcelona akan menghadapi pemenang laga leg kedua perempat final antara Valencia dan Levante, yang baru digelar Jumat 27 Januari 2012. Pada leg pertama pekan lalu, Valencia mengantongi kemenangan meyakinkan 4-1 di markasnya, Stadion Mestalla.

Terkait insiden pada duel El Clasico pekan lalu, antara Lionel Messi dengan Pepe, nyaris terulang di Camp Nou. Jika Pepe berulah dengan menginjak tangan Messi pada laga sebelumnya, kini Messi seakan menuntaskan dendam dengan menekel Pepe dari belakang. Kala itu, Pepe terbebas dari jeratan hukuman namun kali ini, Messi harus menerima kartu kuning.

Dengan demikian, Madrid belum mampu meruntuhkan ketangguhan Barcelona, setidaknya dalam 10 duel El Clasico terakhir. El Real tercatat mengantongi hanya satu kemenangan, dimana Barca unggul dengan lima kemenangan, serta empat laga lainnya berakhir imbang. (sj)

Berikut head to head 10 El Clasico terakhir:

Barcelona 2-2 Madrid; perempat final Copa del Rey [26/01/2012]
Madrid 1-2 Barcelona; perempat final Copa del Rey [19/01/2012]
Madrid 1-3 Barcelona; La Liga [11/12/11]
Barcelona 3-2 Madrid; Super Spanyol [18/08/11]
Madrid 2-2 Barcelona; Super Spanyol [15/08/11]
Barcelona 1-1 Madrid; semifinal Liga Champions [04/05/11]
Madrid 0-2 Barcelona; semifinal Liga Champions [28/04/11]
Madrid 1-1 Barcelona; La Liga [17/04/11]
Madrid 1-0 Barcelona; final Copa del Rey [21/04/11]
Barcelona 5-0 Madrid; La Liga [30/11/10]
no image

Saat wawancara di Dallas, Texas dalam rangka tur pramusim Barca ke Amerika 2011 pelatih Barcelona Josep Guardiola menegaskan bahwa timnya siap untuk menghadapi tantangan Real Madrid di Piala Super Spanyol pada tanggal 14 dan 17 Agustus mendatang.

Meskipun mengakui bahwa persiapan jelang laga tersebut terbilang singkat namun Guardiola tetap menegaskan bahwa target pertama musim kompetisi yang baru adalah memenangkan piala super tersebut karena akan menambah motivasi menghadapi laga-laga selanjutnya. Guardiola juga mengambil sisi positif dari 2 kekalahan beruntun Barca di pramusim kali ini (Barca 1-2 M.U dan Barca 1-4 Chivas), pelatih Barca ini mengakui ada pembenahan yang harus dilakukan tetapi juga dapat melihat bahwa beberapa pemain muda yang selalu diberikan kesempatan bermain mampu menjadi pelapis tetap tim inti di musim kompetisi yang baru, khususnya untuk sektor pertahanan.

Guardiola juga menginformasikan bahwa Dani Alves dan Alexis Sanchez belum dapat bergabung lebih awal di pusat pelatihan karena masih harus membela Brasil dan Chile, Guardiola hanya berharap kedua pemain tersebut dapat berkumpul kembali setelah tanggal 11 Agustus tanpa mengalami cedera.




Source: FC. BARCELONA INDONESIA

no image

Kris Fathoni W - detiksport




Sao Paulo - Santos yang dibela Neymar berpeluang menghadapi Barcelona di Piala Dunia Antarklub tahun ini. Jika itu terjadi, Neymar mengaku juga akan minta bantuan kepada Tuhan.

Santos sukses menjuarai Copa Libertadores 2011 untuk lolos ke Piala Dunia Antarklub yang digelar 8-18 Desember mendatang. Di sini, Santos berpeluang berhadapan dengan Barca di final.

"Barcelona adalah tim terbaik di dunia dan mereka punya pemain terbaik dunia di timnya, tapi kami akan memainkan sepakbola kami sendiri jika kami bertemu mereka," ujar Neymar di situs FIFA.

"Jika pada akhirnya kami menghadapi Barcelona, kami akan bertanding sengit. Melawan Barcelona adalah tugas sangat berat. Aku pikir tidak ada taktik tertentu yang dapat digunakan. Kami hanya harus berdoa, minta bantuan Tuhan dan berusaha sekuat tenaga," lanjut penyerang Brasil itu.

Tentu untuk bisa sampai ke final untuk memiliki peluang bertemu Barca, Santos terlebih dulu harus melewati babak semifinal yang juga menjadi partai pertamanya di ajang itu.

"Sebelum kami bisa memikirkan final atau mungkin menghadapi Barcelona, kami harus memainkan partai pertama yang sangat penting dan berisiko. Tentu saja kami ingin sampai ke final," lugas Neymar.

Musim panas ini pemain berusia 19 tahun itu terus dihubungkan dengan sejumlah klub, salah satunya adalah Real Madrid yang merupakan seteru berat Barca di Spanyol.

Source http://www.detiksport.com